Laporan Keuangan PKS Terbaik Menurut ICW

Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan kajian dan analisis terhadap laporan keuangan sembilan partai politik peserta pemilu 2014 berdasarkan indeks transparansi. Hasilnya, Partai Demokrat berada di posisi terburuk, sedangkan PKS terbaik.

Hal itu diungkapkan peneliti ICW, Abdullah Dahlan dalam diskusi media di Jakarta, Kamis (12/3), guna menyikapi wacana dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tentang subsidi Rp 1 triliun dari APBN. Abdullah mengatakan, tidak semua partai mau transparan dalam memberikan laporan keuangannya.

“Ketika kami menguji akses informasi, ada partai yang tidak mau memberikan informasi bahkan tidak mematuhi putusan ajudikasi (penyelesaian sengketa informasi, red) di KIP (Komisi Informasi Pusat). Itu Partai Demokrat. PAN juga mengajukan ajudikasi tapi akhirnya memberikan informasinya,” kata Abdullah.

Nah, partai yang paling bagus tata kekola maupun transparansinya adalah PKS. ICW mencatat partai yang kini dipimpin Anis Matta itu bagus dalam hal laporan konsolidasi dengan memuat sumber-sumber pendanaan baik dari APBN/APBD, maupun dari anggota partai.

“Temuan kami hanya PKS yang melakukan itu. Harus diakui PKS lebih baik, namun tidak menutup kemungkinan oknum kader PKS terlibat korupsi,” kata peneliti ICW lainnya, Donald Fariz dalam diskusi itu.(fat/jpnn)

Hasil Kajian ICW tentang Tingat Transparansi Parpol:

PKS
Golkar
PKB
PAN
PPP
PDI Perjuangan
Gerindra
Hanura
Partai Demokrat

 

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2015/03/12/292054/PKS-Terbaik,-Demokrat-Terburuk

Perbuatan ‘Sepele’ Pemuda Muslim di Kanada

Pulang-ke-rumah-dg-kaki-telanjangAkhlak pemuda Muslim yang tinggal di Kanada ini dinilai patut dicontoh sehingga membuat kagum masyarakat Barat di Kanada dan akhirnya diliput khusus harian elit Inggris, The Guardian.

Pemuda Mesir di Kanada yang berusia 27 tahun dan tidak disebutkan namanya ini mencopot sepatu dan kaus kakinya serta menghadiahkannya kepada seorang pemuda bule miskin yang ditemuinya di dalam bus dalam keadaan tidak bersepatu.

Selepas memberikan sepatunya, sang pemuda Muslim berkata, “Jangan khawatir terhadap diri saya (tidak bersepatu), karena rumah saya dekat dengan halte bus,” demikian diungkapkan saksi mata.

Harian The Guardian juga mengutip perkataan sopir bus, “Hati saya terharu bercampur heran melihat pemandangan aneh yang tidak disangka terjadi di depan mata saya ini.”

The Guardian memberitakan secara khusus perbuatan baik pemuda Muslim tersebut setelah foto sang pemuda dengan kaki telanjang turun dari bus dan pulang ke rumahnya disebarkan penumpang bus yang lain di internet.

Fenomena kepedulian terhadap orang lain tampaknya jarang terjadi dalam masyarakat Barat yang terbiasa hedonis dan individualis.

Perbuatan sederhana tersebut mendapatkan perhatian khusus, terutama karena datang dari pemeluk Muslim yang selama ini diindentikkan ekslusif dan radikal. (islammemo/rem/dakwatuna)

“Kemenangan Kita Bersama” | Oleh: Cahyadi Takariawan

Kampanye-PKS-di-gbk-600x300Oleh : Cahyadi Takariawan

Proses Pemilu 2014 belum selesai. Masih ada beberapa daerah yang melakukan penghitungan ulang, dan belum selesai melaksanakan pleno penetapan kursi. Namun hasil sudah mulai bisa dibaca, walaupun masih bersifat sementara. Alhamdulillah, Allah memberikan berkah dan rahmat-Nya kepada PKS, sehingga hasilnya tidak seperti yang diprediksi oleh banyak survai selama ini, dan banyak kalangan pengamat.

Banyak survai dan pengamat yang menyatakan PKS tidak akan mampu melewati parlementary treshold (PT), sehingga hilang dari Senayan. Alhamdulillah, PKS masih bertahan. Bahkan di berbagai daerah, kursi kabupaten dan kota justru meningkat cukup signifikan.

Oleh karena itulah sudah mulai beredar ucapan tahniah dari para kader atas hasil sementara yang sudah mulai terlihat. Sesiapa yang menjadi anggota dewan, dan sesiapa yang tidak menjadi dewan, sudah mulai tampak hasilnya. Di berbagai media sosial mulai marah ucapan-ucapan selamat, dan menyebut nama-nama kader yang berhasil menjadi anggota dewan.

Tahniah dan Doa untuk Siapa?

Saya terkejut membaca postingan di media sosial, tentang keberhasilan kader-kader dakwah meraih sejumlah kursi di sebuah daerah, pada Pemilu 2014 ini.  Satu sisi saya bersyukur, bahwa kader dakwah di daerah itu mengalami peningkatan perolehan kursi yang  signifikan. Namun yang membuat saya tercenung adalah, cara pemberitaan di media sosial tersebut.

Diberitakan, bahwa di dapil satu seorang kader dakwah bernama Fulan berhasil mendapatkan kursi. Di dapil dua, kursi berhasil didapatkan oleh si Falun. Dapil tiga, kursi berhasil didapatkan oleh sang penakluk bernama Falin. Dapil empat, sang penantang berhasil meraih kursi. Dan seterusnya. Seakan-akan kursi itu didapatkan oleh seseorang, sehingga kader tersebut menjadi sangat hebat dan sangat istimewa secara sendirian.

Saya juga membaca di jejaring sosial, beredarnya ucapan-ucapan selamat kepada para kader yang berhasil mendapatkan kursi di lembaga legislatif. Ucapan selamat disertai doa semoga mereka mampu mengemban amanah dengan istiqamah, demi kebaikan bangsa dan negara. Alhamdulillah, saya pun ikut memberikan ucapan tahniah tersebut. Sayapun mendoakan para kader yang mendapatkan kepercayaan masyarakat tersebut agar mereka selalu bekerja dengan lurus.

Bukan Kerja Individual

Ucapan selamat dan kisah-kisah heroik atas tercapainya kursi kita di berbagai daerah, tentu sangat wajar dan sudah semestinya kita semua bersyukur. Namun yang perlu kita ingatkan adalah, kerja yang kita lakukan untuk pemenangan Pemilu bukanlah kerja individual. Senyatanya kita melakukan kerja sebagai tim, sehingga hasil apapun yang kita dapatkan, adalah akumulasi dari kerja tim tersebut.

Oleh karena itu, kendatipun kita sangat pantas menyampaikan ucapan tahniah kepada para kader yang berhasil mendapatkan kursi, jangan sampai melupakan peran semua pihak dalam perjuangan hingga tercapainya kursi tersebut. Saya memberikan komentar di beberapa grup WhatsApp, grup BBM, maupun di milis grup, ketika bertebaran ucapan selamat kepada nama-nama tertentu yang berhasil terpilih sebagai anggota legislatif di seluruh levelnya, dengan komentar yang mengingatkan peran pihak-pihak lain yang sangat bayak.

“Sebut juga nama-nama caleg yag tidak berhasil mendapatkan kursi, dan ucapkan selamat kepada mereka atas kerja keras yang sudah mereka lakukan hingga berhasil mendapatkan kursi di dapilnya. Doakan juga mereka agar tetap istiqamah dan semangat melaksanakan amanah dakwah”.

“Doakan juga para kader yang bukan caleg. Mereka sudah bekerja keras dan ikhlas, siang malam mereka terus beraktivitas. Dengan kerja mereka itulah kursi bisa kita dapatkan. Doakan agar mereka selalu istiqamah dan tegar menunaikan amanah dakwah”.

“Doakan juga para pengurus partai di semua levelnya. Mereka sudah melaksanakan berbagai program dan kegiatan sejak penyiapan Pemilu, pelaksanaan dan penjagaan suara serta kursi. Doakan agar mereka selalu istiqamah menunaikan amanah dakwah”.

Demikian beberapa komentar saya di berbagai grup jejaring sosial. Saya hanya ingin supaya kita tidak melihat capaian kursi ini sebagai kerja individu, namun sebagai kerja kolektif. Kita bekerja sebagai tim, dimana semua pihak ikut berkontribusi atas hasil apapun yang kita dapatkan. Berhasil mendapat kursi atau tidak berhasil, adalah akumulasi dari kerja kolektif yang kita lakukan.

Apabila berhasil mendapatkan kursi, itu bukanlah kinerja seseorang. Lihat saja selisih perolehan suara antara seorang caleg yang berhasil jadi anggota legislatif, dengan caleg lainnya yang tidak menjadi anggota legislatif. Di beberapa dapil, selisih itu sangat sedikit. Saya mendapatkan cerita bahwa ada dapil yang selisihnya hanya 7 suara saja, ada yang selisih belasan suara, ada yang selisih duapuluhan suara, dan seterusnya. Ini menunjukkan, kursi didapatkan dari kerja kolektif di satu dapil. Bukan hasil pekerjaan seseorang.

Berikan Tahniah dan Doa

Maka berikan ucapan tahniah dan doa untuk kerja kita semua. Selamat untuk para qiyadah, para kader, para pengurus, para caleg, bahkan para simpatisan dan tim-tim yang dibuat untuk membantu pemenangan Pemilu dari pihak eksternal. Semua telah bekerja dengan segenap daya dan upaya untuk memenangkan Pemilu, dan kita hanya berharap balasa kebaikan dari Allah Ta’ala. Hasil akhir, berapapun jumlah suara dan kursi kita dapatkan, kita bertawakal kepada Allah.

Semoga Allah berikan kekuatan kepada kita semua, semoga Allah berikan keberkahan kepada kita semua, atas kerja-kerja yang sudah kita lakukan selama ini. Semoga yang mendapatkan amanah kursi dewan, bisa melaksanakan tugas dengan penuh kesungguhan, bekerja dengan serius dan lurus, memperjuangkan aspirasi masyarakat, menjaga kebaikan bangsa dan negara.

Para caleg yang belum berhasil mendapatkan kursi, kita doakan bersama agar tetap istiqamah, selalu tegar dan sabar, dan tetap aktif melaksanakan amanah dakwah yang masih sagat panjang membentang. Para kader yang bukan caleg semoga tetap berada dalam barisan dakwah, konsisten memperjuangkan tercapainya misi dakwah. Para simpatisan dan relawan semoga tetap istiqamah berada di barisan dakwah.

Semoga Allah berikan kekuatan, kebaikan, keberkahan kepada kita semua. Aamiin.

Jakarta, 27 April 2014
(Di sela acara Musyawarah Majlis Syuro PKS)

Prediksi Lembaga Survey Salah, Suara Partai Islam Meningkat

www.pks.or.idJakarta (9/4)- Prediksi berbagai lembaga penelitian bahwa suara partai-partai Islam turun di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 terbantahkan dari hasil quick count sejauh ini. Bila di tahun 2009 partai-partai Islam yaitu PKS, PPP dan PKB bila dijumlah memperoleh di angka 18%, maka prediksi pada tahun 2014 ketiga partai ini telah lewat dari 22%. Hasil ini disambut gembira oleh PKS sebagai salah satu dari partai berazas Islam. Demikian disampaikan Presiden PKS Anis Matta di hadapan wartawan di Pusat Tabulasi Suara Nasional PKS di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (9/4).

“Asumsi bahwa partai-partai Islam akan terlempar dari panggung politik, ternyata tidak benar,” ujar Anis Matta.

Selain itu, Anis menyatakan bahwa hasil sementara ini menunjukkan efek figur tertentu yang dianggap dapat mengerek suara sebuah partai ternyata tidak terbukti. “Ini yang menarik, ternyata efek figur yang disebutkan itu tidak sedahsyat yang di gembar-gemborkan selama ini,” tutur pria yang sebelum jadi Presiden PKS ini, menjadi Sekjen PKS selama 4 periode.

Ia menyatakan, secara umum hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada partai yang dominan. Anis memperkirakan calon presiden yang maju yang akan datang ini antara tiga sampai empatpasang calon. “Dan saya kira, akan sehat demokrasi kita jika banyak capres yang maju,” ujarnya lagi.

PKS sendiri, menurut Anis Matta belum akan bicara soal capres. “Kami masih akan fokus pada perhitungan real count, dan meminta para saksi tetap di lokasi sampai penghitungan selesai diinput ke KPU,” pungkas Anis.

“Kemenangan PKS” | Oleh Musyafa Ahmad Rahim

musyafapksPKS mempunyai konsep tersendiri tentang maksud kalah menang, semoga para kader bisa memahaminya dengan baik.

1. Setelah PKS dihantam secara dahsyat dan bertubi-tubi, target “lawan” adalah melumpuhkan daya juang kader PKS dan juga daya juang & kebanggaan anak keturunan biologisnya.

2. Mereka (para lawan) itu juga selalu menghembuskan terompet “PKS tamat”- “PKS tamat”.

3. Lagi-lagi, yang ditarget dari hantaman dan hembusan itu adalah kader dan generasi biologisnya, supaya tidak ada lagi yang memperjuangkan visi misi seperti yang diusung oleh PKS!

4. Oleh karena itu, PKS memaknai “menang” dalam pemilu adalah sebagai berikut:

a. PKS menyebut diri menang jika para kadernya tetap semangat dan bahkan bertekad bulat untuk terus memperjuangkan visi misinya.

b. PKS menyebut diri menang jika anak keturunan biologis para kadernya tetap bangga bahwa orang tuanya adalah para pejuang, dan tumbuh dalam diri mereka semangat untuk mengikuti, menjaga dan melanjutkan perjuangan orang tuanya.

c. PKS menyebut diri menang jika eksistensinya masih bertahan, yaitu lolos PT (Parliamentary Treshold), yaitu batas petolehan 3.5% suara pemilu legislatif. Dan para kader dan anak keturunan biologisnya patut berbangga, sebab, setelah gempuran dahsyat, ternyata masih dapat mencapai perolehan antara 6.5% – 7.5%.

Oleh karena itu, wahai para kader dan anak-anak kader:

1. Perbanyak ucapan alhamdulillah wasy-syukru lillah atas kemenangan ini.

2. Tetaplah bangga dan semangat dalam memperjuangkan visi, misi, program dan aksi-aksi PKS, baik yang bersifat perseorangan maupun bersama-sama (jama’i).

3. Mari terus senandungkan syi’ar-syi’ar, idiom-idiom, mahfuzhat dan nasyid-nasyid perjuangan.

Semoga, dengan tetap terus berjuang, Allah SWT akan menambahkan anugrah-Nya kepada PKS dan para kadernya, amin.

Status Warga-warga Facebook Tentang PKS

DSC00415Berikut beberapa status rekan-rekan tentang perolehan suara PKS. Ada yang humanis, ada optimis, ada juga yang meringis. Hehehe:

@rika arrohim: Yg mmbuat sedih….yg menang adl partai terkorup….hiks….ujian ataukan adzab utk indonesiaq trcinta???ya Allah tlglah kami jgn smp mrk memimpin kami..

@ady sayoga: Hbs nyoblos di TPS, Istri sy bilang, “Bi, sy ikhlas abi dicoblos oleh banyak orang. Yg penting sdh ikhtiar, tinggal tawakkal kpd Allah.” PKSm3nang..

@bung dany suprayogi: Cerita dr dinding sebelah. Pas lg distribusi snack di TPS dekat rumah,
eh, saksi yg lainnya nyletuk, “mas, kok mek saksine PKS thok di ke’i? Liyane kok ora.?”jare saksi PKS “makane to mbak, miliho PKS ben sejahtera, diurus temenan karo kader2 e”
*mrebes mili..***

@romi anshorullah: kalau bapak ngasih uang, maka wajib bagi saya mencoblos bapak, dosa besar kalo tidak coblos bapak… begitu kata takmir salah satu masjid

@arya shandhiyudha: pendapat pribadi ttg 3 hal:

1. Soal analisa “Jokowi Effect” bagi suara PDIP perlu dipertanyakan, selama setahun hingga April 2014 survei menyebut suara PDIP akan mencapai 37-40%; real count hanya kisaran 18-20%; Masih lebih ngaruh “Raja Dangdut Effect” ke suara PKB sepertinya;
2. prediksi lain yang populer tentang PKS yang diprediksi lembaga survei akan hilang dari peta bumi Indonesia alias tidak akan tembus Parliamentary Treshold (3,5%) sementara real count-nya menunjukkan sekitar 9% (justru naik dari 2009 yang 7%)
3. ttg agregat suara Partai Islam yg diprediksi menurun, berdasarkan 2009 totalnya 25,94% dengan rincian PKS 7,88, PAN 6,01, PPP 5,32, PKB 4,94, PBB 1,79. Sekarang terlihat justru akan menembus 31%. Apapun, ini termasuk Pemilu paling seru, karena para pemilik industri media dapat rekan tanding baru dengan para pegiat Sosial Media.

@akhid rosyidi: Buat kawan kawan PKS, Jangan pernah caci lembaga survei atas prediksi suara PKS. Lebih baik tundukan kepala,mari perbanyak tasbih tahmid dan istighfar. Hadza min fadli Robbi.

@toni tegar sahidi: Selamat buat PDIP sebagai pemenang pemilu 2014,
Buat kawan2 di PKS berapapun hasilnya, Alhamdulillah, inilah kehendak Allah.
Selanjutnya mari kembali bekerja tuk majukan Indonesia
Pekerjaan kita masih Panjang… amat sangat panjang…
Buat kawan-kawan yang belum milih PKS, Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap Melayani insya Allah

@pindra watie: Supirku yang lugu & jujur….dg polosnya cerita….pagi2(sblm subuh)pdip bagi2 amplop isi 25rb,dg pesan coblos caleg dpr pusat,ibu S….trus nasdem bagi2 sembako minyak,gula,beras….
Jadi ingat juga,waktu masa kampanye kita nawarkan cek gula darah gratis & sosialisasi coblosan di suatu perkampungan padat yg kita jg tau itu bny pemilih pdip….ibu2 yg kita tawari….dg mimik ketakutan & sedikit berbisik menyatakan menolak krn takut….mrk seakan-akan merasa diawasi timses caleg A pdip….pernah ktnya ada caleg PD ato PAN jg mau baksos….tp keburu terdengar timses bpk A….langsung mereka bergerak masang bendera di setiap titik…..akhirnya caleg partai selain pdip sdh pada keder duluan…..
Semoga b mega bisa introspeksi….bahwa keunggulan suara saat ini….sungguh telah banyak dinodai kader2nya sendiri….yg telah mengintimidasi & memunculkan aura ketakutan dlm demokrasi….mereka nyoblos bukan karena senang….tapi nyoblos krn tertekan,krn utang budi…..
@trisno widodo:Di TPS kandang banteng ditanya bapak2 yg sudah sepuh “wid, jokowi iku partene nomer piro?” kemudian saya jawab “njenengan tingali mawon ten papan niku (sambil menunjuk daftar caleg DPRD Kota Malang dapil Sukun)!” setelah mengurut nama dari kiri kemudian menemukan nama joko “iki ono ernanto joko nomer telu partene.” trus saya jawab “enggeh pak joko kuwi sae tiyange, njenengan pilih mawon!”

Selamat Bekerja sahabat…. Salam Sukses…

Catatan Menarik Hasil Sementara Pileg 2014 | @Fahrihamzah

fahri hamzah pksBerikut ini catatan2 menarik soal #HasilSementara #Pileg2014 : Partai ternyata lolos semua. Atau hampir semua. Hanya PBB dan PKPI yang diprediksi gagal. #HasilSementara Beda dengan analis yang mengancam PKS akan gagal lolos treshold. Alhamdulillah. Pada salah. #HasilSementara Dan hasilnya relatif datar. Tipuan seolah akan ada partai yang besar sekali setelah pencapresan salah.#HasilSementara Tidak ada yang sangat besar. PDIP atau Golkar takkan bisa jalan sendiri. Belasan atau maksimal 20%. #HasilSementara Koalisi yang terbentuk banyak. Bisa jadi 4 atau minimal 3. Capres akan ada Kuda hitam. #HasilSementara Kalau koalisi sempurna menciptakan 20% bisa-bisa capres ada 5 pasang. Seru sekali. #HasilSementara Sementara itu, yang ngaku punya efek ternyata gak ngefek. Dan itu bisa jadi suram karena gak terbukti.#HasilSementara Yang orang lupa bahwa kursi dan suara beda. Suara besar tak berarti kursi banyak. PKB kursinya kecil. #HasilSementara PKB ambil kursi di basis NU (jatim) yang harganya mahal. Efeknya jika dikonversi ke kursi jadi kecil. #HasilSementara Tahun 2009 suara PAN lebih besar dari PKS tapi kursinya lebih kecil 12 buah dari PKS.#HasilSementara Inilah hikmah dari strategi elektoral yang selama ini kami lancarkan. Alhamdulillah. #HasilSementara Saya belum bisa menyampaikan hasil riil ya. Tapi insya Allah akan menggembirakan kita semua. #HasilSementara Yang mengharukan adalah bahwa ternyata kita solid bekerja dan berjuang bersama. #HasilSementara Kader PKS dan seluruh masyarakat yang mendukungnya telah menunjukkan kelas dan ketangguhannya. #HasilSementara Telah kita tolak tertunduk dan kalah. Dan kita berani menatap masa depan dengan gagah. #HasilSementara Permainan ini masih panjang. Jangan lengah dan jangan lupa diri. Tetap waspada. #HasilSementara Semoga Allah terus beri kita tenaga. #HasilSementara

http://www.pkssumut.or.id

Ini Kata Anak yang Polos

ibunanakSeorang ibu berkata kepada anaknya yang masih kecil, bacalah surat al Ikhlas 10 kali, nanti Allah akan membangunkan untukmu sebuah istana di surga.

Dia pun mulai membaca dan ibunya ikut mengulang dengannya.

Anak kecil itu lalu berkata: “Bunda, tidak usah ikut membaca….supaya bunda tinggal bersamaku saja di istana surga” !!! Seorang ibu berkata kepada anaknya yang masih kecil, bacalah surat al Ikhlas 10 kali, nanti Allah akan membangunkan untukmu sebuah istana di surga.

Dia pun mulai membaca dan ibunya ikut mengulang dengannya.

Anak kecil itu lalu berkata: “Bunda, tidak usah ikut membaca….supaya bunda tinggal bersamaku saja di istana surga” !!!

dikutip dr fesbuknya https://www.facebook.com/mahatir.k.halik

Apa Pandangan Tokoh Tentang Kampanye Besar PKS di GBK

Kampanye-PKS-di-gbk-600x300Sineas Garin Nughroho melihat ada satu fakta yang tak bisa dipungkiri melihat geliat kampanye perdana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) yang dihadiri ratusan ribu massa, Minggu (16/3). “Sebuah perlawanan diam-diam yang tersusun rapi setelah penurunan citra, menunjukan kekuatan massa terorganisir yang disusun kembali,” tegas Garin Nugroho kepada redaksi KABARLAIN.

Tema kampanye bersih dengan menyediakan 3.333 kantong sampah mendapat sanjungan pengamat komunikasi politik prof tjipta lesmana. Menurutnya kampanye PKS yang juga mengusung peduli lingkungan patut di apresiasi. “Menurut saya bagus ya PKS mengambil tema seperti ini,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog TV ONE, ahad (16/3).

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wawan Ichwanuddin mengatakan, isu korupsi yang pernah menimpa kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak sebesar yang dialami partai lain, sehingga tidak akan membebaninya pada Pemilu 2014. “Isu korupsi yang pernah menimpa PKS tidak semasif, tidak bertubi-tubi seperti yang dialami partai besar lainnya, sehingga isu korupsi kader PKS ini akan dinetralisir ingatan publik yang pendek,” ujar Pengamat politik LIPI Wawan Ichwanuddin, Ahad (16/3).

Begitu juga catatan pantauan seorang kader senior partai kiri PRD Ragil Nugroho (@ragilnugroho1) tentang suasana kampanye PKS minggu pagi kemarin (16/3). Saya sedang di Jakarta, menyaksikan bagaimana partai kader seperti PKS berhasil memobilisasi kader – kadernya untuk memenuhi GBK. Dalam kampaye di GBK, PKS menunjukkan struktur organisasi menjadi tulang punggung untuk memobilisasi massa. Tak mengherankan kalau PKS tak goyah dihantam sana sini krn struktur kadernya bekerja dengan baik. Dalam kampaye di GBK, struktur mobilisasi PKS sampai tingkat keluarga. Kalau partai lain paling banter hanya sampai ranting. Tak mengherankn GBK penuh. Melihat mobilisasi kader PKS dengan struktur organisasi hari ini di GBK, saya berkenyakinan PKS akan bertahan lama dalam berpolitikan di Indonesia. Setahun yang lalu ketum PKS dipenjara (ini tentu tak mudah secara organisasi), tapi hari ini mereka bisa memobilisasi ratusan ribu kader dan simpatisan. Bila PDIP jualan Jokowi untuk dongkrak suara, PKS benar-benar mengandalkan kekuatan kader untuk mobilisasi dan melipatgandakan suara. Saya paham betul membangun partai kader seperti PKS tak mudah, tak hanya membutuhkan militansi tapi juga kecerdasan membaca momentum politik. Silakan mencemooh PKS, tapi secara organisasi inilah partai terbaik dlm membangun perancah untuk bertarung dengan partai lain. Mobilisasi GBK buktinya. (http://pks-dpcpancoran.blogspot.com)

Dibalik Iklan PKS di TV

#iklanPKSOleh: Yudi Widiana Adia
Ketua DPP PKS Bidang Seni dan Budaya

Beragam tanggapan muncul pasca kemunculan seri pertama iklan yang dibuat DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ada yang memuji terutama pilihan tema dan edukasi yang diusung iklan tersebut. Ada juga yang mengkritik, serta ada yang meresponnya secara datar alias biasa-biasa saja.

Serial iklan PKS muncul ditengah keterbatasan sumberdaya dan masih rendahnya elektabilitas PKS, merujuk pada survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Hal yang sama dialami semua partai-partai berbasis massa Islam lainnya.

Namun demikian ada sejumlah kejanggalan dari hasil-hasil survei yang diumumkan ke publik tersebut. Diantara kejanggalan itu adalah disembunyikannya jumlah sebenarnya swing voters dan undecided voters yang saat ini diperkirakan masih diatas 50% dari pemilih.

Disinilah PKS melihat pentingnya memunculkan iklan meski sumberdaya yang dimiliki cukup terbatas. Dengan semangat gotong royong yang ada alhamdulillah kebutuhan dana untuk itu bisa diatasi dari sumbangan kader-kader PKS sendiri.

Segmentasi Sasaran

Hasil riset yang kami lakukan menunjukkan, 50% pemirsa yang menonton iklan tersebut berasal dari kalangan menengah ke bawah, 30% merupakan kalangan muda dan pemilih pemula, dan 10% merupakan pemirsa yang masih peduli dengan berita-berita seputar politik. Dari sisi komposisi pemirsa hal itu sudah mendekati target pemirsa yang diharapkan sebagai target pemilih baru PKS pada Pemilu legislatif 9 April 2014 nanti.

Adapun pemilih tradisional PKS, terutama kader dan simpatisan bukanlah sasaran utama iklan tersebut, karena kami yakin masih tingginya soliditas pemilih PKS. Dengan demikian desain iklan tersebut memang diperuntukkan untuk pemilih yang lebih luas dengan latar belakang yang sangat beragam.

PKS bukan sekedar ingin masuk ke dalam segmen terbesar pemilih tersebut yang merupakan mayoritas warga negeri ini. Sebagian besar dari mereka pada hakikatnya adalah Ummat Islam. Namun lebih dari itu PKS ingin menampilkan iklan yang mencerahkan masyarakat.

Diawali dengan mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru memosisikan diri untuk tidak memilih (golput). Silahkan bedah kinerja dan kiprah partai-partai selama ini. Jika memang masih ada yang peduli dan layak dipilih mengapa harus golput? Pesan itu akan semakin jelas dengan menyaksikan seri ke-2 dan ke-3 iklan PKS yang akan tayang sebentar lagi.

Versi Youtube

Selain menyebarluaskan pesan melalui media mainstream (TV), DPP PKS juga memanfaatkan media sosial sebagai medium penyampaian pesan. Untuk kebutuhan tersebut dibuat iklan PKS versi Youtube. Tidak hanya versi pendek (15 – 30 detik), namun juga salam versi dengan durasi lebih lama.

Peran kader PKS yang aktif di berbagai media sosial selama ini sangat penting dan strategis. Semangat menyampaikan pesan kebaikan yang dilakukan kader dan simpatisan PKS di seluruh Indonesia perlu diacungi jempol.

Seperti kita ketahui, saat ini ada sekitar 76 juta pengguna internet di Indonesia. Mereka merupakan pemirsa potensial yang harus disapa oleh kader-kader PKS diberbagai daerah di Indonesia. Boleh jadi, kekuatan media sosial bisa jauh melampaui media mainstream Salam menyampaikan pesan politik PKS.

Mencerahkan Publik

Sekali lagi, dibutuhkan kreatifitas dan pemilihan pesan yang tepat dan jelas kepada publik ditengah berbagai keterbatasan sumberdaya. Terlebih saat ini bukanlah musim parpol beriklan karena Pemilu masih sekitar 70 hari lagi. Hanya Parpol dengan kekuatan dana yang tidak terbataslah yang beriklan di saat-saat sekarang. Dengan kekuatan dananya mereka membanjiri ruang publik dengan iklan-iklan yang seringkali tidak mencerahkan publik.

PKS meski dana terbatas berupaya melakukan “perlawanan” dengan mengimbangi iklan-iklan semacam itu dengan iklan-iklan yang mengedukasi pemirsa. PKS khawatir dengan kualitas demokrasi yang cenderung menurun kian diperparah dengan kian tingginya angka golput yang tentu saja memengaruhi legitimasi pemilu.

Seri pertama iklan PKS, seperti yang sudah disaksikan pemirsa di sejumlah stasiun TV, mengangkat fenomena riil saat ini terutama di kalangan kaum muda dan pemilih pemula yang cuek dengan pemilu. Bahkan banyak yang cenderung golput atau sengaja tidak menggunakan hak pilihnya. Dan itu tercermin jelas dengan masih tingginya angka undecided voters dari berbagai survei yang ada.

Iklan PKS tersebut lebih kepada keluar dari mainstream bahwa “Pilihlah PKS” seperti Iklan Partai lainya, dalam Iklan tersebut PKS justru mengajak Masyarakat untuk tidak Golput.

Dalam seri berikutnya, iklan PKS menyampaikan pesan harapan perbaikan negeri ini melalui jalur politik masih besar. Namun PKS tidak ingin menjelek-jelekkan siapapun termasuk pemimpinan yang sedang berkuasa saat ini. PKS juga tidak ingin mengajari Pemirsa tentang kondisi negeri ini dan apa yang harusnya dilakukan pemilih.

Namun PKS menyodorkan fakta riil bahwa masih ada partai yang bekerja dan peduli untuk rakyat. Partai yang secara serius terjun membantu korban bencana sesulit apapun. Atau hadir di tengah-tengah masyarakat dengan aktif diberbagai kegiatan sosial baik pendidikan, kesehatan maupun ikut memecahkan permasalahan sosial bersama-sama masyarakat di sekitarnya.

Jangan tinggalkan politik. Golput tidak menyelesaikan masalah. Betapapun, politik tetap dibutuhkan untuk mengubah keadaan bangsa ini. Caranya salurkan hak politik Anda dengan memilih calon-calon yang bersih, kompeten, memiliki kapabilitas tinggi dibidangnya, serta peduli dengan persoalan-persoalan rakyat.