Pengurus DPW PKS Jawa Timur 2015-2020

muswil-pks-surabayaBerikut Susunan Pengurus Baru DPTW PKS Jatim Periode 2015-2020, hasil Muswil 4  :

Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW)
Ketua: Muhammad Siroj
Sekretaris: Fathurrahman

Dewan Syariah Wilayah (DSW)
Ketua: Ust Farid Dhofir
Sekretaris: Ust Ahmad Habibul Muiz

Dewan Pengurus Wilayah (DPW)
Ketua: Arif Hari Setiawan
Wakil Ketua: Ahmad Jabir
Sekretaris: Irwan Setiyawan
Bendahara: Yusuf Rohana
Kabid Kaderisasi: Abdurrahman

Ini Ketua DPW PKS Jawa Timur yang Baru

arif HSPartai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur (Jatim) memiliki Ketua yang baru. Melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) IV PKS selama dua hari di Gedung WTC Surabaya, terpilih Arif Hari Setiawan sebagai Ketua DPW PKS Jatim periode 2015-2020.

Dalam pemilihan langsung oleh Presiden PKS, Sohibul Iman dengan pertimbangan Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), sepakat memilih Arif Hari Setiawan sebagai ketua DPW PKS Jatim. Arif mengalahkan empat. kandidat yang terpilih dalam Pemilihan Umum Intern (PUI), 5 Oktober 2015 lalu.

Keempat kader PKS itu, Ahmad Jabir, M Sirodj, Yusuf Rohana dan Farid Dhofir. Mereka terjaring dalam 9 nama yang lolos dari 27 kader yang dinilai layak memimpin PKS Jatim.

Dalam menjalankan roda organisasi, Arif dibantu Wakil Ahmad Ketua Umum DPW PKS Ahmad Jabir, Sekretaris Irwan Setiyawan dan Bendahara Yusuf Rohana. “Saya menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan Presiden PKS untuk memimpin partai lima tahun ke depan,” kata Arif.

Dua kandidat lain, M Siradj dan Farid Dhowir dipercaya menjadi Ketua Majelis Penasehat Wilayah (MPW) PKS Jatim dengan Sekretaris Fathurrahman dan Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) DPW PKS Jatim dengan Sekretaris Ahmad Habibul Muiz.

Usai terpilih menjadi ketua DPW, MPW dan DSW, langsung dilakukan pelantikan oleh Presiden PKS, Sohibul Iman. Pelantikan disaksikan Gubernur Jatim Soekarwo yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, serta sejumlah perwakilan dari Partai Golkar, Gerindra dan PAN.

“Saya terima kasih kepada pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) sebelumnya yang memberikan peran cukup besar dalam membesarkan PKS. Pengurus baru harus bisa melakukan peran-peran penting dalam memajukan Jatim,” ujar Sohibul Iman. (Bng/rur)(suarakawan.com)

Deg-degan Jelang Musda PKS Kota Malang

logo PKSWaktu sudah menunjukkan pukul 13.00. Ruangan ber-AC di Hotel Trio Indah 2 Kota Malang hari ini, 31/10/2015 mulai terasa pengap karena ramainya peserta dan rasanya acara belum akan segera dimulai.  Peserta yang datang terdiri dari Pengurus Harian PKS masa khidmat 2010-2015 dan calon pengurus inti yang baru, yang terdiri dari beberapa orang yang hari ini diminta berpakaian lengkap, dengan jas, memakai songkok dan tentusaja memakai sepatu.

Pidato terakhir Ketua Umum PKS Kota Malang masa khidmat 2010-2015, Ir.Helmy Teguh Yuana, MT sudah dilaksanakan tadi senelum shalat zuhur disaksikan oleh pengurus DPW PKS Jawa Timur yang diwakili langsung oleh Ketua DPW PKS Jawa Timur Ir.Arif Hari Setiawan, MT. Dalam pidato terakhirnya tersebut Pak Helmy, begitu beliau selama ini dipanggil memaparkan tentang suka-duka dan progres pengurus pada periodesasi beliau. Diantara peristiwa yang bersejarah adalah badai PKS yang melanda seluruh Indonesia dengan salah satu titik episentrumnya di Malang Raya.
Hingga tulisan ini di sebut, calon pengurus baru belum juga disebut namanya. Tidak ada yang tahu. Tradisi PKS memang begitu, dan kali ini dengan dramatisasi bahwa pengurus inti tidak disebutkan namanya kecuali hanya pada saat dibacakan oleh petugas yang diminta, yang dalam hal ini Ketua DPW PKS Jawa Timur, Ir.Arif Hari Setiawan, MT.

CATATAN DARI MUSDA PKS

Musda Ke-4 PKS Kota MalangHari ini, Sabtu 31 Oktober 2015 DPD PKS Kota Malang melaksanakan agenda Musda ke-4 yang dilaksanakan di Hotel Trio Indah 2 Kota Malang. Ketua DPD PKS terpilih dan jajaran Pengurus Harian kepengurusan yang baru (periode 2010 – 2020) diumumkan dan dibacakan dalam forum ini.
Sesuai tradisi PKS, nama-nama pengurus baru ini sebelumnya berasal dari Pemilihan Internal PKS yang dipilih oleh seluruh kader dan pengurus se-Kota Malang. Nama-nama yang terpilih ini kemudian dikirim ke DPW (Dewan Pengurus Wilayah) Jawa Timur dan dipilih langsung oleh DPP PKS di Jakarta, yang terdiri dari Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara. Nama yang dipilih oleh DPP PKS inilah yang kemudian dibacakan di dalam forum Musda PKS seluruh Indonesia.
Hadir dalam Musda PKS Ketua DPW PKS Jawa Timur periode 2015-2020 Ir.Arif Setiawan, MT dan pengurus DPD PKS periode yang lalu (2010-2015). Karakteristik PKS yang khas membuat tidak ada keributan dan suasana berebut tahta, “Di PKS jabatan yang diberikan merupakan amanah, jika ditanya hampir tidak ada pengurus yang terpilih mau atau ingin dicalonkan,” papar Arif. HS.

Laporan Keuangan PKS Terbaik Menurut ICW

 

pks terbaikIndonesia Corruption Watch (ICW) melakukan kajian dan analisis terhadap laporan keuangan sembilan partai politik peserta pemilu 2014 berdasarkan indeks transparansi. Hasilnya, Partai Demokrat berada di posisi terburuk, sedangkan PKS terbaik.

Hal itu diungkapkan peneliti ICW, Abdullah Dahlan dalam diskusi media di Jakarta, Kamis (12/3), guna menyikapi wacana dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tentang subsidi Rp 1 triliun dari APBN. Abdullah mengatakan, tidak semua partai mau transparan dalam memberikan laporan keuangannya.

“Ketika kami menguji akses informasi, ada partai yang tidak mau memberikan informasi bahkan tidak mematuhi putusan ajudikasi (penyelesaian sengketa informasi, red) di KIP (Komisi Informasi Pusat). Itu Partai Demokrat. PAN juga mengajukan ajudikasi tapi akhirnya memberikan informasinya,” kata Abdullah.

Nah, partai yang paling bagus tata kekola maupun transparansinya adalah PKS. ICW mencatat partai yang kini dipimpin Anis Matta itu bagus dalam hal laporan konsolidasi dengan memuat sumber-sumber pendanaan baik dari APBN/APBD, maupun dari anggota partai.

“Temuan kami hanya PKS yang melakukan itu. Harus diakui PKS lebih baik, namun tidak menutup kemungkinan oknum kader PKS terlibat korupsi,” kata peneliti ICW lainnya, Donald Fariz dalam diskusi itu.(fat/jpnn)

Hasil Kajian ICW tentang Tingat Transparansi Parpol:

PKS
Golkar
PKB
PAN
PPP
PDI Perjuangan
Gerindra
Hanura
Partai Demokrat

 

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2015/03/12/292054/PKS-Terbaik,-Demokrat-Terburuk

Perbuatan ‘Sepele’ Pemuda Muslim di Kanada

pemuda eropaAkhlak pemuda Muslim yang tinggal di Kanada ini dinilai patut dicontoh sehingga membuat kagum masyarakat Barat di Kanada dan akhirnya diliput khusus harian elit Inggris, The Guardian.

Pemuda Mesir di Kanada yang berusia 27 tahun dan tidak disebutkan namanya ini mencopot sepatu dan kaus kakinya serta menghadiahkannya kepada seorang pemuda bule miskin yang ditemuinya di dalam bus dalam keadaan tidak bersepatu.

Selepas memberikan sepatunya, sang pemuda Muslim berkata, “Jangan khawatir terhadap diri saya (tidak bersepatu), karena rumah saya dekat dengan halte bus,” demikian diungkapkan saksi mata.

Harian The Guardian juga mengutip perkataan sopir bus, “Hati saya terharu bercampur heran melihat pemandangan aneh yang tidak disangka terjadi di depan mata saya ini.”

The Guardian memberitakan secara khusus perbuatan baik pemuda Muslim tersebut setelah foto sang pemuda dengan kaki telanjang turun dari bus dan pulang ke rumahnya disebarkan penumpang bus yang lain di internet.

Fenomena kepedulian terhadap orang lain tampaknya jarang terjadi dalam masyarakat Barat yang terbiasa hedonis dan individualis.

Perbuatan sederhana tersebut mendapatkan perhatian khusus, terutama karena datang dari pemeluk Muslim yang selama ini diindentikkan ekslusif dan radikal. (islammemo/rem/dakwatuna)

“Kemenangan Kita Bersama” | Oleh: Cahyadi Takariawan

Oleh : Cahyadi Takariawan

cahyadi takariawanProses Pemilu 2014 belum selesai. Masih ada beberapa daerah yang melakukan penghitungan ulang, dan belum selesai melaksanakan pleno penetapan kursi. Namun hasil sudah mulai bisa dibaca, walaupun masih bersifat sementara. Alhamdulillah, Allah memberikan berkah dan rahmat-Nya kepada PKS, sehingga hasilnya tidak seperti yang diprediksi oleh banyak survai selama ini, dan banyak kalangan pengamat.

Banyak survai dan pengamat yang menyatakan PKS tidak akan mampu melewati parlementary treshold (PT), sehingga hilang dari Senayan. Alhamdulillah, PKS masih bertahan. Bahkan di berbagai daerah, kursi kabupaten dan kota justru meningkat cukup signifikan.

Oleh karena itulah sudah mulai beredar ucapan tahniah dari para kader atas hasil sementara yang sudah mulai terlihat. Sesiapa yang menjadi anggota dewan, dan sesiapa yang tidak menjadi dewan, sudah mulai tampak hasilnya. Di berbagai media sosial mulai marah ucapan-ucapan selamat, dan menyebut nama-nama kader yang berhasil menjadi anggota dewan.

Tahniah dan Doa untuk Siapa?

Saya terkejut membaca postingan di media sosial, tentang keberhasilan kader-kader dakwah meraih sejumlah kursi di sebuah daerah, pada Pemilu 2014 ini.  Satu sisi saya bersyukur, bahwa kader dakwah di daerah itu mengalami peningkatan perolehan kursi yang  signifikan. Namun yang membuat saya tercenung adalah, cara pemberitaan di media sosial tersebut.

Diberitakan, bahwa di dapil satu seorang kader dakwah bernama Fulan berhasil mendapatkan kursi. Di dapil dua, kursi berhasil didapatkan oleh si Falun. Dapil tiga, kursi berhasil didapatkan oleh sang penakluk bernama Falin. Dapil empat, sang penantang berhasil meraih kursi. Dan seterusnya. Seakan-akan kursi itu didapatkan oleh seseorang, sehingga kader tersebut menjadi sangat hebat dan sangat istimewa secara sendirian.

Saya juga membaca di jejaring sosial, beredarnya ucapan-ucapan selamat kepada para kader yang berhasil mendapatkan kursi di lembaga legislatif. Ucapan selamat disertai doa semoga mereka mampu mengemban amanah dengan istiqamah, demi kebaikan bangsa dan negara. Alhamdulillah, saya pun ikut memberikan ucapan tahniah tersebut. Sayapun mendoakan para kader yang mendapatkan kepercayaan masyarakat tersebut agar mereka selalu bekerja dengan lurus.

Bukan Kerja Individual

Ucapan selamat dan kisah-kisah heroik atas tercapainya kursi kita di berbagai daerah, tentu sangat wajar dan sudah semestinya kita semua bersyukur. Namun yang perlu kita ingatkan adalah, kerja yang kita lakukan untuk pemenangan Pemilu bukanlah kerja individual. Senyatanya kita melakukan kerja sebagai tim, sehingga hasil apapun yang kita dapatkan, adalah akumulasi dari kerja tim tersebut.

Oleh karena itu, kendatipun kita sangat pantas menyampaikan ucapan tahniah kepada para kader yang berhasil mendapatkan kursi, jangan sampai melupakan peran semua pihak dalam perjuangan hingga tercapainya kursi tersebut. Saya memberikan komentar di beberapa grup WhatsApp, grup BBM, maupun di milis grup, ketika bertebaran ucapan selamat kepada nama-nama tertentu yang berhasil terpilih sebagai anggota legislatif di seluruh levelnya, dengan komentar yang mengingatkan peran pihak-pihak lain yang sangat bayak.

“Sebut juga nama-nama caleg yag tidak berhasil mendapatkan kursi, dan ucapkan selamat kepada mereka atas kerja keras yang sudah mereka lakukan hingga berhasil mendapatkan kursi di dapilnya. Doakan juga mereka agar tetap istiqamah dan semangat melaksanakan amanah dakwah”.

“Doakan juga para kader yang bukan caleg. Mereka sudah bekerja keras dan ikhlas, siang malam mereka terus beraktivitas. Dengan kerja mereka itulah kursi bisa kita dapatkan. Doakan agar mereka selalu istiqamah dan tegar menunaikan amanah dakwah”.

“Doakan juga para pengurus partai di semua levelnya. Mereka sudah melaksanakan berbagai program dan kegiatan sejak penyiapan Pemilu, pelaksanaan dan penjagaan suara serta kursi. Doakan agar mereka selalu istiqamah menunaikan amanah dakwah”.

Demikian beberapa komentar saya di berbagai grup jejaring sosial. Saya hanya ingin supaya kita tidak melihat capaian kursi ini sebagai kerja individu, namun sebagai kerja kolektif. Kita bekerja sebagai tim, dimana semua pihak ikut berkontribusi atas hasil apapun yang kita dapatkan. Berhasil mendapat kursi atau tidak berhasil, adalah akumulasi dari kerja kolektif yang kita lakukan.

Apabila berhasil mendapatkan kursi, itu bukanlah kinerja seseorang. Lihat saja selisih perolehan suara antara seorang caleg yang berhasil jadi anggota legislatif, dengan caleg lainnya yang tidak menjadi anggota legislatif. Di beberapa dapil, selisih itu sangat sedikit. Saya mendapatkan cerita bahwa ada dapil yang selisihnya hanya 7 suara saja, ada yang selisih belasan suara, ada yang selisih duapuluhan suara, dan seterusnya. Ini menunjukkan, kursi didapatkan dari kerja kolektif di satu dapil. Bukan hasil pekerjaan seseorang.

Berikan Tahniah dan Doa

Maka berikan ucapan tahniah dan doa untuk kerja kita semua. Selamat untuk para qiyadah, para kader, para pengurus, para caleg, bahkan para simpatisan dan tim-tim yang dibuat untuk membantu pemenangan Pemilu dari pihak eksternal. Semua telah bekerja dengan segenap daya dan upaya untuk memenangkan Pemilu, dan kita hanya berharap balasa kebaikan dari Allah Ta’ala. Hasil akhir, berapapun jumlah suara dan kursi kita dapatkan, kita bertawakal kepada Allah.

Semoga Allah berikan kekuatan kepada kita semua, semoga Allah berikan keberkahan kepada kita semua, atas kerja-kerja yang sudah kita lakukan selama ini. Semoga yang mendapatkan amanah kursi dewan, bisa melaksanakan tugas dengan penuh kesungguhan, bekerja dengan serius dan lurus, memperjuangkan aspirasi masyarakat, menjaga kebaikan bangsa dan negara.

Para caleg yang belum berhasil mendapatkan kursi, kita doakan bersama agar tetap istiqamah, selalu tegar dan sabar, dan tetap aktif melaksanakan amanah dakwah yang masih sagat panjang membentang. Para kader yang bukan caleg semoga tetap berada dalam barisan dakwah, konsisten memperjuangkan tercapainya misi dakwah. Para simpatisan dan relawan semoga tetap istiqamah berada di barisan dakwah.

Semoga Allah berikan kekuatan, kebaikan, keberkahan kepada kita semua. Aamiin.

Jakarta, 27 April 2014
(Di sela acara Musyawarah Majlis Syuro PKS)

Prediksi Lembaga Survey Salah, Suara Partai Islam Meningkat

hidayat di GBKPrediksi berbagai lembaga penelitian bahwa suara partai-partai Islam turun di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 terbantahkan dari hasil quick count sejauh ini. Bila di tahun 2009 partai-partai Islam yaitu PKS, PPP dan PKB bila dijumlah memperoleh di angka 18%, maka prediksi pada tahun 2014 ketiga partai ini telah lewat dari 22%. Hasil ini disambut gembira oleh PKS sebagai salah satu dari partai berazas Islam. Demikian disampaikan Presiden PKS Anis Matta di hadapan wartawan di Pusat Tabulasi Suara Nasional PKS di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (9/4).

“Asumsi bahwa partai-partai Islam akan terlempar dari panggung politik, ternyata tidak benar,” ujar Anis Matta.

Selain itu, Anis menyatakan bahwa hasil sementara ini menunjukkan efek figur tertentu yang dianggap dapat mengerek suara sebuah partai ternyata tidak terbukti. “Ini yang menarik, ternyata efek figur yang disebutkan itu tidak sedahsyat yang di gembar-gemborkan selama ini,” tutur pria yang sebelum jadi Presiden PKS ini, menjadi Sekjen PKS selama 4 periode.

Ia menyatakan, secara umum hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada partai yang dominan. Anis memperkirakan calon presiden yang maju yang akan datang ini antara tiga sampai empatpasang calon. “Dan saya kira, akan sehat demokrasi kita jika banyak capres yang maju,” ujarnya lagi.

PKS sendiri, menurut Anis Matta belum akan bicara soal capres. “Kami masih akan fokus pada perhitungan real count, dan meminta para saksi tetap di lokasi sampai penghitungan selesai diinput ke KPU,” pungkas Anis.

“Kemenangan PKS” | Oleh Musyafa Ahmad Rahim

musyafa ahmad rahimPKS mempunyai konsep tersendiri tentang maksud kalah menang, semoga para kader bisa memahaminya dengan baik.

1. Setelah PKS dihantam secara dahsyat dan bertubi-tubi, target “lawan” adalah melumpuhkan daya juang kader PKS dan juga daya juang & kebanggaan anak keturunan biologisnya.

2. Mereka (para lawan) itu juga selalu menghembuskan terompet “PKS tamat”- “PKS tamat”.

3. Lagi-lagi, yang ditarget dari hantaman dan hembusan itu adalah kader dan generasi biologisnya, supaya tidak ada lagi yang memperjuangkan visi misi seperti yang diusung oleh PKS!

4. Oleh karena itu, PKS memaknai “menang” dalam pemilu adalah sebagai berikut:

a. PKS menyebut diri menang jika para kadernya tetap semangat dan bahkan bertekad bulat untuk terus memperjuangkan visi misinya.

b. PKS menyebut diri menang jika anak keturunan biologis para kadernya tetap bangga bahwa orang tuanya adalah para pejuang, dan tumbuh dalam diri mereka semangat untuk mengikuti, menjaga dan melanjutkan perjuangan orang tuanya.

c. PKS menyebut diri menang jika eksistensinya masih bertahan, yaitu lolos PT (Parliamentary Treshold), yaitu batas petolehan 3.5% suara pemilu legislatif. Dan para kader dan anak keturunan biologisnya patut berbangga, sebab, setelah gempuran dahsyat, ternyata masih dapat mencapai perolehan antara 6.5% – 7.5%.

Oleh karena itu, wahai para kader dan anak-anak kader:

1. Perbanyak ucapan alhamdulillah wasy-syukru lillah atas kemenangan ini.

2. Tetaplah bangga dan semangat dalam memperjuangkan visi, misi, program dan aksi-aksi PKS, baik yang bersifat perseorangan maupun bersama-sama (jama’i).

3. Mari terus senandungkan syi’ar-syi’ar, idiom-idiom, mahfuzhat dan nasyid-nasyid perjuangan.

Semoga, dengan tetap terus berjuang, Allah SWT akan menambahkan anugrah-Nya kepada PKS dan para kadernya, amin.

Status Warga-warga Facebook Tentang PKS

facebookBerikut beberapa status rekan-rekan tentang perolehan suara PKS. Ada yang humanis, ada optimis, ada juga yang meringis. Hehehe:

@rika arrohim: Yg mmbuat sedih….yg menang adl partai terkorup….hiks….ujian ataukan adzab utk indonesiaq trcinta???ya Allah tlglah kami jgn smp mrk memimpin kami..

@ady sayoga: Hbs nyoblos di TPS, Istri sy bilang, “Bi, sy ikhlas abi dicoblos oleh banyak orang. Yg penting sdh ikhtiar, tinggal tawakkal kpd Allah.” PKSm3nang..

@bung dany suprayogi: Cerita dr dinding sebelah. Pas lg distribusi snack di TPS dekat rumah,
eh, saksi yg lainnya nyletuk, “mas, kok mek saksine PKS thok di ke’i? Liyane kok ora.?”jare saksi PKS “makane to mbak, miliho PKS ben sejahtera, diurus temenan karo kader2 e”
*mrebes mili..***

@romi anshorullah: kalau bapak ngasih uang, maka wajib bagi saya mencoblos bapak, dosa besar kalo tidak coblos bapak… begitu kata takmir salah satu masjid

@arya shandhiyudha: pendapat pribadi ttg 3 hal:

1. Soal analisa “Jokowi Effect” bagi suara PDIP perlu dipertanyakan, selama setahun hingga April 2014 survei menyebut suara PDIP akan mencapai 37-40%; real count hanya kisaran 18-20%; Masih lebih ngaruh “Raja Dangdut Effect” ke suara PKB sepertinya;
2. prediksi lain yang populer tentang PKS yang diprediksi lembaga survei akan hilang dari peta bumi Indonesia alias tidak akan tembus Parliamentary Treshold (3,5%) sementara real count-nya menunjukkan sekitar 9% (justru naik dari 2009 yang 7%)
3. ttg agregat suara Partai Islam yg diprediksi menurun, berdasarkan 2009 totalnya 25,94% dengan rincian PKS 7,88, PAN 6,01, PPP 5,32, PKB 4,94, PBB 1,79. Sekarang terlihat justru akan menembus 31%. Apapun, ini termasuk Pemilu paling seru, karena para pemilik industri media dapat rekan tanding baru dengan para pegiat Sosial Media.

@akhid rosyidi: Buat kawan kawan PKS, Jangan pernah caci lembaga survei atas prediksi suara PKS. Lebih baik tundukan kepala,mari perbanyak tasbih tahmid dan istighfar. Hadza min fadli Robbi.

@toni tegar sahidi: Selamat buat PDIP sebagai pemenang pemilu 2014,
Buat kawan2 di PKS berapapun hasilnya, Alhamdulillah, inilah kehendak Allah.
Selanjutnya mari kembali bekerja tuk majukan Indonesia
Pekerjaan kita masih Panjang… amat sangat panjang…
Buat kawan-kawan yang belum milih PKS, Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap Melayani insya Allah

@pindra watie: Supirku yang lugu & jujur….dg polosnya cerita….pagi2(sblm subuh)pdip bagi2 amplop isi 25rb,dg pesan coblos caleg dpr pusat,ibu S….trus nasdem bagi2 sembako minyak,gula,beras….
Jadi ingat juga,waktu masa kampanye kita nawarkan cek gula darah gratis & sosialisasi coblosan di suatu perkampungan padat yg kita jg tau itu bny pemilih pdip….ibu2 yg kita tawari….dg mimik ketakutan & sedikit berbisik menyatakan menolak krn takut….mrk seakan-akan merasa diawasi timses caleg A pdip….pernah ktnya ada caleg PD ato PAN jg mau baksos….tp keburu terdengar timses bpk A….langsung mereka bergerak masang bendera di setiap titik…..akhirnya caleg partai selain pdip sdh pada keder duluan…..
Semoga b mega bisa introspeksi….bahwa keunggulan suara saat ini….sungguh telah banyak dinodai kader2nya sendiri….yg telah mengintimidasi & memunculkan aura ketakutan dlm demokrasi….mereka nyoblos bukan karena senang….tapi nyoblos krn tertekan,krn utang budi…..
@trisno widodo:Di TPS kandang banteng ditanya bapak2 yg sudah sepuh “wid, jokowi iku partene nomer piro?” kemudian saya jawab “njenengan tingali mawon ten papan niku (sambil menunjuk daftar caleg DPRD Kota Malang dapil Sukun)!” setelah mengurut nama dari kiri kemudian menemukan nama joko “iki ono ernanto joko nomer telu partene.” trus saya jawab “enggeh pak joko kuwi sae tiyange, njenengan pilih mawon!”

Selamat Bekerja sahabat…. Salam Sukses…